Ribuan aparat gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Metro Jaya, kembali melakukan operasi besar-besaran pemberantasan sarang Narkoba di kampung Bahari Tanjung Priok,Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi.
Aparat bergerak serentak mengepung dari berbagai sisi sekitar pukul 05.30 wib dengan menggunakan Kereta Rel Listrik(KRL) Commuterline dan sebagian menggunakan mobil serta sepeda motor.
Sebanyak 1816 Personel gabungan mengepung kawasan yang dikenal sebagai salah satu basis peredaran narkoba terbesar di wilayah Jakarta.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyebut operasi melibatkan berbagai unsur Kepolisian termasuk Brimob.
“Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, dari Bareskrim, ya. Kemudian dari Polda Metro Jaya, Brimob dan lain sebagainya,” kata Bismo kepada awak media.
Dalam proses penggerebekan Petugas sempat mendapatkan perlawanan yang diduga bertujuan untuk mengalihkan perhatian aparat dari target operasi.
Meski demikian petugas tetap melakukan penyisiran di sejumlah titik lokasi dan petugas menemukan barang bukti yang diduga terkait dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba diwilayah tersebut.
Sebanyak 26 orang telah ditangkap dan digiring ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari lokasi Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya , ratusan gram sabu, ganja, ribuan butir pil ekstasi dan sejumlah senjata api, senjata tajam, alat isap bong serta sejumlah uang tunai.
Selain itu polisi juga menemukan mesin yang di duga digunakan untuk mencetak ekstasi.
Bismo juga menegaskan jajaran Kepolisian akan mendalami titik-titik lapak yang menjadi lokasi transaksi serta mengejar para Bandar yang melarikan diri dan telah diketahui identitasnya.
“Masih (ada transaksi), ya. Oleh sebab itu kita akan terus melakukan operasi ini, ya, di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap para Bandar nya,” tegas Bismo Teguh Prakoso saat menyampaikan di depan para wartawan.












Leave a Reply