Investigasi Utama

Kumpulan Berita Terkini

BARESKRIM POLRI OPERASI BESAR-BESARAN BERANTAS NARKOBA DI SEMBILAN WILAYAH DI SUMATERA UTARA

Setelah beberapa waktu yang lalu melakukan Operasi besar-besaran di sarang narkoba kampung Boncos dan kampung Ambon Jakarta, kali ini Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggerebek Sembilan wilayah yang di kenal sebagai sarang narkoba di beberapa wilayah di Sumatera Utara, pada Minggu (11/10/2026).

Operasi pemberantasan ini dipimpin langsung oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim, Brigjen Pol Kristian Parluhutan Siagian bersama jajarannya dan Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara.

“Presiden Prabowo dan Kapolri kita ketahui sangat concern terhadap penanggulangan dan pemberantasan narkoba,” kata Kristian dalam keterangan Pers Dittipidnarkoba Bareskrim dikutip awak media, Senin (12/10/2026).

Dalam operasi besar ini, petugas meringkus puluhan orang yang terdiri dari pengguna dan pengedar. Operasi yang melibatkan 451 personel gabungan ini menyasar penndakan di sembilan wilayah di sumut, yakni Kota Medan, Kabupaten Asahan, kabupaten Mandailing Natal (Madina),Kota Sibolga, kabupaten Karo, Kabupaten Nias Selatan, kabupaten Samosir, Kabupaten Pakpak Barat dan Kabupaten Toba.

“Dari Operasi yang berlangsung di sembilan wilayah di Sumatera Utara, di amankan 36 orang. Sebanyak 28 orang yang dinyatakan sebagai pengguna akan di rehabilitasi, sedangkan 8 orang merupakan pengedar dan akan di proses hukum,” lanjut Kristian dalam keterangan resminya.

Turut di amankan barang bukti dari sembilan lokasi tersebut meliputi, 102,49 gram sabu-sabu, 52 set alat hisap (bong), 100 batang kaca pireks, 25 buah mancis, 19 unit telepon seluler, 4 unit sepeda motor, 1 unit mobil, uang tunai sebesar Rp. 2.435.000 dan 4 buah senjata tajam. Selain barang bukti tersebut petugas juga turut mengamankan 5 unit mesin judi dingdong beserta 2 kantong koin untuk pengoperasiannya.

Kristian mengungkapkan, Polisi akan mengembangkan kasus ini dan akan mengusut jaringan dan penyuplai (bandar) besar yang ada di belakang peredaran narkotika yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Akan kita dalami penyuplai besar ke berbagai kawasan narkoba itu. Apakah jaringan satu sama lain terkait. Akan kita buru bandar besar,” kata Kristian.

Dari 451 personel yang terlibat, 15 personel merupakan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *