Tebing-Tinggi (IU) – Pembangunan drainase di Kampung Silahua, Dusun III, Desa Pabatu, kilometer 105, ambruk kembali setelah beberapa hari dibangun. Dari pantauan di lapangan, ada empat titik dinding parit yang ambuk setelah digerus air.
“Padahal hanya gerusan air hujan dengan intensitas sedang, dinding parit ini sudah rubuh. Bagaimana jika hujan dan air yang deras,” kata salah seorang warga, beberapa hari lalu di lokasi.
Tambah Ratno salah seorang warga, mengaku senang setelah pihak pengembang jalan tol mewujudkan keinginan mereka dengan membangun drainase tersebut. Karena air yang mengalir deras yang turun dari jalan tol tersebut dapat disalurkan dengan baik dengan pembangunan drainase itu.

Sama halnya dengan ungkapan Kepala Desa Pabatu, Wahyu Amri Purba, yang menyatakan drainase tersebut dibangun atas dasar keluhan warga yang diterima pihak menajemen jalan tol agar warga aman dari terjangan air yang mengalir deras dari pembangunan jalan tol tersebut.
Namun kondisi pembangunan itu dinilai setengah hati karena tidak sesuai dengan kaidah bangunan drainase yang baik dan benar. Yang semestinya pembangunan itu harus bertahan lama seperti umum nya untuk kepentingan masyarakat banyak.
Dari pantauan Investigasi Utama di lapangan, ambruknya dinding drainase tersebut karena tidak adanya beton sebagai tiang penyanggah dinding drainase atau tiang penguat dinding, sehingga rapuh dan mudah ambruk walau baru dibangun dalam hitungan hari saja.
Ada empat titik dinding drainase yang rusak parah. Bahkan rubuhan dinding parit itu menutupi saluran air. Selanjutnya parit tersebut juga tidak memiliki lantai sehingga air yang mengalir langsung menggerus tanah bahagian bawah dan selanjutnya merobohkan dinding parit tersebut.

Untuk memastikan perbaikan drainase dan menambah informasi Investigasi Utama langsung meminta klarifikasi dari pihak manajemen pengembang jalan tol. Dalam konfirmasi tersebut Investigasi Utama bertemu Ridwan dari pihak pengembang jalan tol.
“Terimakasih atas infirmasinya. Untuk selanjutnya kami akan langsung melakukan koordinasi dengan pihak kontraktor pembangunan drainase itu,” kata Ridwan saat bertemu dengan Investigasi Utama, Senin (28/10) siang.
Selanjutnya, pihak pengembang jalan tol telah melakukan tindak lanjut atas robohnya dinding drainase di kilometer 105 Desa Pabatu tersebut. Dan saat berita ini ditulis pihak pengembang jalan tol memperbaiki kondisi parit terbaik melalui kontraktor yang bersangkutan. (DAS)














