Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipikor) Mabes Polri bersama dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, menggeledah sebuah restoran dan tempat penukaran uang (money changer) dikawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (8/7/2026).
Penggeledahan dilakukan dengan penjagaan ketat oleh aparat Kepolisian bersenjata lengkap, di Restoran Perancis de’CLAN Signature jalan Cipete Raya Nomor 63 cilandak, Jakarta Selatan. Polisi menggeledah restoran bekas milik jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febri Adriansyah untuk mencari barang bukti.
Penggeledahan yang dilakukan dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk kebutuhan PT.PLN, disebabkan beberapa waktu lalu listrik PLN mengalami pemadaman bergilir di sejumlah kota-kota dan beberapa wilayah di pulau jawa.
Pemadaman terjadi disebabkan kekurangan pasokan batu bara untuk kebutuhan PLN sehingga menyebabkan black out listrik PLN yang mengakibatkan kerugian negara ditaksir mencapai hingga Rp. 5 triliun.
Selain itu Polisi juga mencari barang bukti terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk kasus PT.Asabri dan proses penyelesaian pembayaran PT. CBS kepada PT. KNI yang melibatkan penyelenggara negara.
“Penggeledahan ini dilakukan terkait penyidikan dua laporan polisi tentang dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang serta dugaan tindak pidana suap.” Kata Dirreskrimsus Polda metro Jaya Kombes Pol Victor Dean mackbon.
Polisi menggeledah Restoran de’Clan Signature dan juga Koin Money changer yang letaknya bersebelahan. Setelah menggeledah di dua lokasi tersebut Polisi menemukan brankas yang tersimpan di balik lemari kayu.
Setelah brankas dibuka dengan melibatkan ahli swasta, terlihat sebuah ruangan di dalam brankas dengan rak yang berisi sejumlah dokumen serta terdapat dua brankas kecil berwarna putih dan beberapa koper dilantai lemari.
Dari dua Lokasi tersebut penyidik menemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk Dolar Amerika dan Dolar Singapura.
Kepala Kortastipikor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan , dari Café de’Clan penyidik menemukan uang tunai sebanyak 3.130.000 dolar Singapura pecahan 100 dolar, 889.965 dolar Amerika Serikat,serta uang tunai Rp. 259.159.000.
“Kita konversi dalam bentuk rupiah kira-kira hampir 60 miliar rupiah.Ini dilokasi de’Clan.” ungkap Totok kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).
Sementara dari Koin Money Changer, penyidik menyita 16 pak berisi mata uang asing dengan nilai total yang diperkirakan mencapai Rp.7,2 miliar.
Selain uang tunai polisi juga menemukan logam mulia berupa Emas batangan seberat 74 kilogram. Dari serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi tim gabungan berhasil menyita total aset tunai dan logam mulia dengan nilai fantastis yang di taksir lebih dari Rp. 543 miliar.
Selain menggeledah dua tempat di Cipete Raya, Polisi juga melakukan penggeledahan di 10 titik lainnya, namun hingga kini penyidik belum memaparkan konstruksi perkaranya serta lokasi-lokasi mana saja yang dilakukan penggeledahan.
Perang Bintang Pemberantasan Korupsi, Kortastipikor Polri VS Jampidsus Kejagung.

Sebelumnya Kejaksaan Agung melalui Jampidsus menetapkan tersangka satu orang Jendral Polisi aktif, Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan pada kasus korupsi tata kelola makan bergizi gratis di Badan Gizi Nasional.
Seolah membalas penetapan tersangka tersebut, tak lama berselang Kortastipikor mabes Polri melakukan penggeledahan di restoran dan money changer yang diduga milik Jampidsus, Febri Adriansyah. Penemuan barang bukti fantastis dari penggeledahan yang dilakukan Kortastipikor Mabes Polri ini, erat kaitannya dengan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Febri yang jika dikonversi nota bene berpangkat Bintang Tiga.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio menilai rangkaian peristiwa tersebut memperlihatkan situasi yang tidak lazim.
“Sudah seperti perang antar instansi, antar aparat, makin aneh, benar-benar gawat, kelas berat.” Ujar Hendri Ketika diwawancarai media, Kamis (9/7/2026).
Menurut Hendri, dinamika yang terjadi di yakini telah diketahui oleh Presiden. Ia bahkan menilai momentum menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo di manfaatkan untuk melakukan pembenahan termasuk upaya pemberantasan korupsi.
“Saya yakin presiden tahu. Kelihatannya presiden memang mengambil momentum jelang dua tahun pemerintahan nya untuk melakukan perbaikan di negara ini, termasuk bersih-bersih.” lanjutnya.
Terpisah berdasarkan informasi di lingkaran istana yang di dapatkan wartawan Investigasi Utama, siang ini di khabarkan Presiden Prabowo memanggil Panglima TNI, Menhan, Wakil Panglima TNI, Jaksa Agung, Ka Bais dan juga Kapolri yang langsung menuju Jakarta karena sedang ada kegiatan di Riau.












Leave a Reply