ACEH TENGAH (IU) – Sudah lebih dari satu bulan sejak dilanda musibah banjir dan tanah longsor, masyarakat Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Tengah masih mengalami kesusahan.
Jalan rusak yang digenangi lumpur hingga gedung sekolah yang luluh lantak, hancur lebur karena hantaman kayu gelondongan yang terbawa banjir.Salah satunya terlihat jelas di jalan utama mulai dari Kecamatan Linge hingga jalan menuju Kabupaten Gayo Lues, ditimbun lumpur bersamaan dengan bebatuan sehingga menyulitkan setiap orang yang melintas di sana.”Di Desa Uning warga sulit melintas karena kondisi jalan yang sangat parah ditutupi lumpur dan batu,” ujar Udin salah seorang warga yang melintas di sana.

Syukurnya, sambung Udin, warga dan relawan turun tangan untuk membantu setiap kendaraan yang melintas dengan mendorong dan menarik kendaraan hingga melewati jalanan yang rusak karena longsor dan banjir itu.Untuk mengatasi kondisi banjir dan longsor yang mengisolir warga Desa Pantan, Desa Penarun dan Desa Umang.
Warga Desa Linge berbondong-bondong mengendarai motor dengan mengangkut bahan makanan untuk mereka.”Bukan bantuan sekedarnya saja, tapi sebanyak 70 warga mengendarai 70 motor masing-masing membawa bahan pangan untuk masyarakat dibeberapa desa yang masih terisolir,” ujar Rahmad yang menyaksikan aksi warga bantu warga tersebut.
Untuk mengetahui lebih jauh, tim Investigasiutama turun ke Desa Linge. Memang sangat mengkhawatirkan kondisi di desa tersebut, akses jalan yang belum baik bahkan sampai bangunan sekolah luluh lantak ditimbun balok kayu yang hanyut dibawa banjir.Yakni SD Negeri 11 Desa Linge, tak dapat digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar.
Pasalnya bangunan sekolah itu, separuh habis ditimbun oleh lumpur dan sejumlah balok kayu.Bagian tembok depan hancur, puluhan meter dinding tertimbun lumpur hampir sampai ke atap sekolah tersebut.Menurut warga setempat, Roni, seluruh anak sekolah diliburkan karena kondisi gedung sekolah yang hancur dan tidak memungkinkan untuk dilakukan kegiatan belajar mengajar.
” Rencana libur hingga 5 Januari 2026 ini. Itupun lihat kondisi juga, apakah dapat dilaksanakan sekolah atau tidak.” Ujar Roni.












Leave a Reply